saat aku terpuruk dalam jurang kenistaan
namaku dipanggilnya sampi hatiku bergetar
airmatanya menyejukkan kuburku
senyumnya mewangi menemaniku
aku bisa gila tanpa pegangan darinya
dia ibuku
selalu tampak tegar
dan terus bersujud pada allah
untuk keridoan hidupku dan hidup anak-anaknya
aku rindu ibu di setiap nafasku
untuk ibu do'amu selalu kunantikan
dan takkan kubiarkan
do'amu mengambang diantara dua dunia
kan kujaga sampai mati amanahmu
aku cinta ibundaku riyanti
engkaulah yang selalu kurindukan
karena engkau anugrah dari allah
ya allah terima kasih
beliau ibu terbaik untukku
Rabu, 23 Februari 2011
Sabtu, 19 Februari 2011
langit masih biru
selama hidup mengalir seperti air
aku menjadi ulat kesepian daun jeruk
yang menunggu panas membakarku
menghabisi kulitku yang keriput
masih dibawah silaunya matahari
dan birunya langit yang tercermin di laut
aku masih menangis pilu
berkatalah elang padaku
kau mati atau hidup seperti mati
aku menatap elang kalu
selama langit masih biru
aku tak akan mudah mati
setelah hujan membasahiku
aku akan jadi keindahan
lebih indah dari sepasang mata
aku menjadi ulat kesepian daun jeruk
yang menunggu panas membakarku
menghabisi kulitku yang keriput
masih dibawah silaunya matahari
dan birunya langit yang tercermin di laut
aku masih menangis pilu
berkatalah elang padaku
kau mati atau hidup seperti mati
aku menatap elang kalu
selama langit masih biru
aku tak akan mudah mati
setelah hujan membasahiku
aku akan jadi keindahan
lebih indah dari sepasang mata
Langganan:
Komentar (Atom)